This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 31 Desember 2009

WAHAI PEMUDA, BERJIHADLAH!

Ya, jihad!
Sebuah kata yang membuat bulu kudukku berdiri, menggetarkan jiwa, menaikkan adrenalin, memicu jantung, menggelorakan dada..

Subhanallah, Maha Suci Engkau yang telah mensyara'kan hamba-hambaMu untuk menunaikan kewajiban paling istimewa dan utama ini. Kau mengetahui bahwa untuk meninggikan kalimatMu yang tinggi itu hanya dengan cucuran peluh, tetesan darah. Itu saja.

KalimatMu tak akan tegak hanya dengan seminar-seminar, simposium keagamaan, training-training atau-bahkan-duduk-duduk di kursi goyang.

Wahai para pemuda,
Tumbuhlah kalian dalam desingan peluru, dentuman meriam, raungan mesin pesawat tempur, dan deru suara tank musuh. Hindari keenakan yang akan membuatmu terlena dan hilangnya kepedulian.

Kamis, 17 Desember 2009

KEBERAGAMAN BUKAN PERPECAHAN

Sudah bisa dibilang parah kalau gak mau dibilang akut, penyakit ashobiyah (kesukuan) umat ini. Ternyata kebesaran namanya tak sebongsor inner beauty umatnya. Seperti kata pepatah, "Islam yuhjabu an ummatihi." Arti kasarnya, keindahan Islam tertutupi oleh keburukan penganutnya.
Itulah yang terjadi sekarang. Sesama pemeluk agama tauhid saling hantam, saling cerca dan saling menjatuhkan sesamanya. Tentu ada pihak yang tepuk tangan karena keadaan ini. Siapa lagi, yahudi pasti.

Kalau kita mau merenung sejenak saja dengan duduk di kursi santai bersandingkan kopi dan menghadapkan mata ke padang rumput terbentang, maka kau akan dapatkan jawaban tentang arti persatuan yg wajib dimiliki umat muwwahid ini. Betapa di ekosistem padang rumput itu saling bersimbiosa antar makhluk2 berlainan, sehingga terwujudlah keharmonisan yang indah dan tentunya dapat menangkal serangan musuh.

Namun kita lebih sering menutup mata hati kita sehingga tabiat memandang buruk orang yang bersebrangan paham, akan terus subur di diri kita. Dan antar kelompok yang berpecah dari kesatuan saling bangga atas apa yang ada pada diri mereka. "Kullu hizbin bimaa ladaihim farihuun". Ini terlihat dari sikap saling menjatuhkan kelompok2 itu daripada berusaha untuk mewujudkan persatuan secara nyata.

Hal ini disebabkan kita kehilangan tolok ukur dalam mengumumkan permusuhan. Kita beranggapan bahwa kalo bersimbol, berparti, berpakaian dan standar2 lahiriah lainnya, secara langsung dianggap saudara, sedang selainnya adalah musuh. Kita lupa standar baku mengumumkan persaudaraan dan permusuhan adalah pada tauhid dan Islam. Selama embrio itu masih ada maka dia saudara kita dan diperangi musuh seperti termaktub dalam Albaqarah:120.

Wahai umat tauhid, kembalilah kepada Allah....

Rabu, 02 Desember 2009

WAHAI PEDAKWAH, BERGERAKLAH...

Semua benda di alam ini tak bermanfaat jika tak ada gerakan, sebuah tanda adanya kehidupan. Bergerak adalah suatu indikasi paling mendasar bagi hidup makhluq hidup. Bergerak adalah suatu cara untuk agar terhindar dari ancaman penyakit. Dan bergerak adalah satu-satunya cara agar Al quran terdengar kemerduannya.

Ya, itu semua adalah manfaat dari bergerak. Sebagaimana air, dia harus bergerak agar bermanfaat bagi manusia.

Begitulah ikhwah wa akhowat sekalian. Di pundak kalianlah masa depan Islam ini digantungkan. Bergeraklah wahai tulang-tulang perkasa. Tenaga kita jangan kita siakan di meja makan, di pembaringan, di depan kotak setan. Islam ini masih terlalu luas untuk tidak kita dakwahkan. Artinya: jangan kau mubadzirkan ucapan dan perbuatanmu dengan tidak untuk berdakwah.

Mungkin akibat dari kepasivan kita untuk berdakwah, saudara-saudara kita yang berada di pengungsian korban gempa terpaksa menukar aqidah mereka dengan sekardus mie karena diserang misionaris. Mungkin juga Manokwari menjadi bukti konkret kelambatan kita dalam berdakwah, sehingga dengan mudahnya kota itu menisbatkan diri sebagai kota injil. Wal iyadzu billah..

Wallahu a'lam bish shawwab.

Jumat, 27 November 2009

Wahai Saudariku, Beri Kesempatan Aku untuk Menunduk



"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. An_Nuur: 31)

Betapa tegas dan lugas Allah memerintahkan kita wahai kaum Adam untuk membatasi apa yang sebenarnya jadi pintu pertama nafsu setan merasuki tubuh kita. Yap, pandangan! Siapa yang berani bilang kalo di masa remaja seperti kita-kita ini tak menikmati saat sedang memandang lawan jenisnya? Dan bukaknkah juga semua bentuk kemaksiatan (baca: perzinahan) adalah berawal dari mata yang tak terjaga. Maka konon ada pepatah, "love at first sight". Itulah mengapa Islam yang suci ini sudah menanggulangi semua hal yang menjuruskan manusia kepada kehinaan.

Sebenarnya bukan cuma salah lelaki saja sih, melainkan juga pada para perempuannya yang lebih memegang kendali. Mau ghadhul bashar kaya gimana lagi, sedang obyek yang dengan mudah dijadikan sasaran mata liar tak terhitung jumlahnya? Maka dari itu saya berpesan pada saudari-saudari (bahasa gaulnya: ukhti-ukhti)ku agar saling tolong menolong dalam ketaatan. Termasuk dalam hal ini adalah berpakaian rapi menutup aurat secara sempurna. Jangan terlalu murah terhadap lelaki ajnabi (asing). Jaga izzahmu dengan busana yang kau kenakan. Dalam arti: Plis, bantu kami (kaum Adam) untuk melaksanakan perintah Allah di Surat An-Nur tadi; perintah untuk menahan pandangan liar kami.



Mari sama-sama kerjasama dalam ketaatan kepada Allah. Kalau kau taat menjalankan perintahNya dalam berpakaian, maka kami akan taat pula pada perintahNya dalam hal pandangan. Sungguh indah Islam ini jika seluruh pihak melaksanakan tuntutannya dengan penuh tanggung jawab. Jangan lupa janjiNya adalah jannah bagi lelaki dan perempuan yang saling bantu dalam ketaatan.

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah: 71)

Rabu, 25 November 2009

BICARALAH SEBAGAIMANA ORANG BERIMAN BICARA

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia bicara yang baik atau diam." (HR. BUKHARI & MUSLIM)

Sebagian kaum muslimin kurang tepat dalam memahami maksud hadits di atas; yaitu dengan menganggap sama kedudukan keduanya itu. Yaitu antara bicara baik dan diam. Padahal bukan begitu dalam memahami hadits agung tersebut. Bagaimana bisa kita beranggapan bahwa berkata kebenaran untuk menghapus kedzaliman; berkata kebenaran untuk mengikis kesesatan; dan berkata bijak untuk menangkis argumen orientalis itu sama dengan diam?

Islam yang mulia ini menganjurkan pemeluknya untuk berbicara yang baik-baik.

Minggu, 22 November 2009

Melihat Calon Istri

Wahai ikhwah sekalian, jangan abaikan aturan-aturan dalam Islam. Karena setiap aturan yang Allah buat pasti mengandung kebaikan bagi pelakunya. Termasuk dalam hal ini adalah nazhar (melihat) calon pendamping kita. Hal ini termasuk tata aturan pra-nikah. Mengapa hal ini perlu kita angkat? Karena ada juga sebagian orang yang mengabaikan ini, karena berdalih bertawakkal sepenuhnya pada Allah. Bukan tawakkal namanya kalau kita belum merampungkan seluruh teknis yang sebenarnya ruang garap kita. Kalau kita sudah kerjakan hal-hal yang seharusnya kita kerjakan, nah saat itu kita wajib untuk bertawakkal. Mana bisa kita katakan bahwa kita bertawakkal kepada Allah padahal unta belum kita ikat?

Nazhar yang banyak disepelekan orang ini ternyata berdampak sangat besar bagi kelanggengan rumah tangga orang tersebut. Karena hal ini bisa untuk mengantisipasi kekecewaan layaknya "membeli kucing dalam karung". Rasulullah-shalallahu alaihi wasallam- sangat tegas dalam hal ini.

Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu mengatakan, “Aku berada di sisi Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam ketika datang seseorang yang mengkabarkan bahwa dia akan menikahi seorang wanita dari kalangan Anshar. Rasulullah berkata, “Apakah engkau telah melihat wanita yang akan engkau nikahi?”? Dia mengatakan, “Belum.? Maka Rasulullah mengatakan, “Pergilah engkau dan lihat wanita yang akan engkau nikahi, karena pada mata orang-orang Anshar ada sesuatu.? (HR. Muslim)

Batasan Dalam Nazhar
Nazhar (melihat) wanita yang akan dilamar merupakan perkara yang dituntunkan oleh Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, namun disana ada sebagian wanita yang malu untuk dilihat, dan jelas dia salah dalam hal ini. Akan tetapi sepantasnya bagi laki-laki yang melamar tidak berlebih-lebihan dalam perkara ini. Si lelaki juga dapat mengutus seorang wanita yang jujur yang nantinya akan menceritakan kepadanya ciri-ciri atau sifat wanita yang akan dia lamar. Demikian pula seorang ayah, tidak sepantasnya dia bersikap keras dan menjadi penghalang dalam urusan ini.

Melihat wanita yang akan dilamar juga memiliki batasan. Maka tidak boleh tali kekang itu dilepas begitu saja sehingga laki-laki itu bisa berdua-duaan dengan wanita yang akan dia nikahi, berpergian bersamanya, menciumnya dan bersenda gurau dengannya. Seluruh perkara ini tidak dibolehkan karena wanita yang dia lamar belumlah menjadi mahramnya. Sepantasnya pula bagi masing-masing pihak, baik laki-laki maupun wanita, menyebutkan kekurangan ataupun cacat yang ada padanya dan jangan menyembunyikannya, karena Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Siapa yang menipu kami, maka dia bukan termasuk golongan kami? (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Dengan demikian memberitahukan adanya cacat sebelum pernikahan dan menunjukkan watak yang asli itu lebih selamat daripada nanti hati itu lari setelah pernikahan.

Wallahu waliyyut taufiq

Sumber : Persembahan Untukmu Duhai Muslimah, Penulis : Ummu Salamah As Salafiyah, Penerbit : Al Haura.

Sabtu, 21 November 2009

Kiat Sukses Belajar Bahasa Arab


Author: Badar Online

Berikut ini sebagian kiat yang bisa dilakukan untuk mempercepat penguasaan kaidah bahasa Arab. Kami menuliskannya berdasarkan pengalaman kami sendiri mengajar bahasa Arab dan membaca kitab sejak beberapa tahun lamanya -walhamdulillah-:

1. Hendaknya kita mengikhlaskan niat dalam belajar untuk menunaikan kewajiban kita kepada Allah dan membekali diri dengan ilmu agar bisa beramal saleh. Karena amal tidak akan diterima tanpa niat dan cara yang benar. Sementara niat dan cara yang benar tidak akan diperoleh kecuali dengan ilmu. Oleh sebab itu imam Bukhari rahimahullah membuat sebuah bab dalam Kitabul Ilmi di kitab sahih Bukhari yang berjudul ‘Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan’. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “Ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan (yang benar) selain Allah dan mintalah ampunan untuk dosamu…” (QS. Muhammad: 19). Selain itu hendaknya kita berdoa kepada Allah untuk diberikan ilmu yang bermanfaat.

2. Sebelum lebih jauh mempelajari kaidah bahasa Arab maka sudah semestinya kita mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan hukum-hukum tajwid agar tidak salah dalam membaca atau mengucapkan. Padahal, salah baca atau salah ucap akan menimbulkan perbedaan makna bahkan memutarbalikkan fakta. Suatu kata yang seharusnya berkedudukan sebagai pelaku berubah menjadi objek dan seterusnya. Tentu saja hal ini -membaca dengan benar serta mengikuti kaidah- tidak bisa disepelekan.

3. Menambah kosakata merupakan salah satu sebab utama untuk melancarkan proses belajar kaidah dan membaca kitab. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membeli Kamus Bahasa Arab-Indonesia seperti Al-Munawwir, atau dengan membeli kamus kecil Al-Mufradat yang berisi kosakata yang sering digunakan dalam kitab-kitab para ulama. Selain itu bisa juga dengan membeli satu jenis buku dengan 2 versi; asli bahasa Arab dan terjemahan. Dengan memiliki kitab berbahasa Arab akan memacu pemiliknya untuk bisa membacanya. Sedangkan dengan terjemahannya akan membantu dalam proses belajar membaca kitab ketika menemukan kata-kata atau ungkapan yang susah dimengerti.

4. Hendaknya mencari guru yang benar-benar memahami materi kaidah bahasa Arab dan bisa mengajarkannya. Untuk poin ini mungkin sangat bervariasi -tidak bisa diberi batasan yang kaku-, karena tingkat pemahaman orang terhadap kaidah bahasa arab juga bertingkat-tingkat. Hanya saja yang dimaksud di sini adalah perlunya memilih guru yang mengajarkan materi dengan dasar ilmu bukan dengan kebodohan.

5. Dibutuhkan kesabaran untuk terus mengikuti pelajaran dan mengulang-ulang pelajaran (muraja’ah) agar pemahaman yang dimiliki semakin kuat tertanam. Apabila menemukan hal-halyang belum dipahami hendaknya segera menanyakan kepada pengajar atau orang yang lebih tahu dalam hal itu. Az-Zuhri rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya ilmu itu dicari seiring dengan perjalanan siang dan malam, barangsiapa yang ingin mendapatkan segudang ilmu secara tiba-tiba niscaya ilmu yang diperolehnya akan cepat hilang.”

6. Hendaknya bersungguh-sungguh dalam belajar. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami niscaya Kami pun akan memudahkan baginya jalan-jalan menuju keridhaan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69). Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa di dalam ayat ini Allah ta’ala mengaitkan antara hidayah dengan kesungguh-sungguhan/jihad. Maka orang yang paling besar hidayahnya adalah orang yang paling besar kesungguhan/jihadnya. Pepatah arab mengatakan, “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, niscaya dia akan mendapatkan.”

7. Untuk bisa mendukung pembelajaran bahasa Arab bagi pemula maka mengikuti kajian-kajian kitab berbahasa Arab merupakan salah satu sarana yang paling efektif untuk membiasakan diri dengan kata atau istilah bahasa Arab yang termaktub di kitab-kitab para ulama. Kitab-kitab yang sudah semestinya dikaji oleh pemula adalah kitab-kitab yang membahas perkara-perkara agama yang harus dipahaminya seperti kitab yang membahas dasar-dasar tauhid semacam Al-Qawa’id Al-Arba’, Tsalatsatu Ushul, dan Kitab Tauhid yang ketiga-tiganya merupakan karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Apabila tidak bisa mengikuti secara langsung maka bisa diupayakan dengan mendengarkan CD kajiannya atau bahkan kalau ada yang berupa format VCD.

8. Membaca buku pelajaran kaidah bahasa Arab. Buku-buku pelajaran kaidah bahasa Arab dengan pengantar bahasa Indonesia yang bisa didapatkan misalnya; Ilmu Nahwu Praktis sistem belajar 40 jam karya A. Zakaria (untuk pemula) dan Ringkasan Kaidah-Kaidah Bahasa Arab karya Ustadz Aunur rafiq Ghufron, Lc. (untuk menengah). Atau bagi yang ingin mendengarkan audio pelajaran bahasa Arab bisa mendownload di situs ini.

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Sumber: abu0mushlih.wordpress.or.id

mengelola kelemahan menjadi kelebihan

Bismillah.
Tak ada yang memungkiri bahwa kita hidup di dunia ini banyak kekurangan di sana sini. Punya kelebihan di satu sisi, pasti punya kekurangan di sisi lain.
Kalo orang bule (barat, maksudnya), "No body is perfect."
Dan memang hanya satu-satunya Dzat Yang Maha Sempurna lah yang berhak menyandang gelar kesempurnaan yang tanpa cela itu.

Nah selamat bagi kalian karena telah menemukan blog yang tepat untuk mengetahui tips mengubah kelemahan2 yang kalian keluhkan dan ingin agar bisa diubah-dengan ridho Allah-menjadi kekuatan.

Nih dia jurus2nya,
1. Deteksi atau kenali dulu kelemahanmu itu. Ini hal pertama yang harus dilakukan. Sebagaimana kalau mau menyembuhkan penyakit, mendiagnosa penyakit adalah hal mutlak pertama yang harus dilakukan. Coba dech kalian tuliskan draft kekuranganmu itu d sebuah buku. Tulis sebanyak yang kau tahu. Jangan pernah malu menuliskannya, karena hanya Allah dan engkau sendirilah yang tahu. Kalau kalian malu maka penyakit kekurangan itu tadi tak akan sembuh. Sebaiknya kalian menuliskannya setiap sebelum tidur. Jadi kekurangan kita selama sehari penuh itu kita tulis saat sebelum tidur. Hal ini bahkan sangat dianjurkan dalam Islam, yaitu introspeksi diri (bahasa kerennya: muhasabah). Yaitu berlandaskan perkataan Amirul mukminin, Umar ibn Khaththab, "Hisablah diri kalian sebelum dihisab (oleg Allah)."
2. Cari pemecahan/solusi dari poin pertama. Ya, kalau kita sudah menemukan 'penyakit'-nya, maka langkah berikutnya adalah mengobatinya. Penyakit tak akan sembuh kalau kita cuma sebatas mengetahuinya saja, tapi langkah konkretnya adalah segera mengambil obat dan jaga kondisi tubuh. Mmm, 'obat-obat' itu letakkan atau tuliskan di sebelah kanan draft penyakit tadi. Ingat, setiap penyakit membutuhkan penanganan berbeda satu sama lain. Jadi jangan obati mata yang katarak dengan balsem sakit urat. Bisa berabe nanti. Ok! Kamu emang perlu nyediaain/ngluangin waktu kamu untuk mengobati satu persatu penyakit. Kalo kamu judeg alias pikiran cupet, kamu bisa minta bantuan ahli psikolog atau kalo gak pada ustadz kesayanganmu juga ga papa. Pokoknya kalo udah pikiran cupet jangan atasi sendiri, ntar malah stress lagi.
3. Mujahadah dalam memperbaiki kekurangan. Emang sih, pekerjaan apa saja kalo gak diseriusi pasti gak bakalan kelas. Sama juga dalam hal ini, kamu juga harus bermujahadah alias sungguh-sungguh melakukan perubahan.
4. Oh ya hampir lupa, setiap person kan punya spesialisi? Kamu jangan sibuk mengutuk kelemahanmu, tapi segera temukan bakat dan talentamu. Hal ini terbukti lebih efektif dalam membentuk kekuatan dalam jamaah. Seperti pada zaman Rasulullah dulu, sahabat-sahabat beliau memiliki spesialisasi di bidang masing-masing. Dengan itu, mereka bisa menekuni keahliannya dan pasti profesional. Memang ada juga sih, manusia yang multitalenta, tapi populasi mereka amat sedikit. Mending ya kayak itu tadi, punya keahlian dan juga profesional.
5. Keep on trying. Tetap semangat hadapi hidup. Pantang menyerah karena kejayaan kelak akan dimiliki orang2 beriman.

Wallahu waliyut taufiq.

Jumat, 20 November 2009

kedewasaan akan menghancurkan zona nyaman kita

Ya sebagaimana layaknya pertumbuhan pohon, saat semakin tinggi pohon tersebut semakin besar pula angim yang menerpanya.
itulah analogi yang paling tepat bagi seseorang yang ingin atau beranjak menuju dewasa.
karena kedewasaan itu membutuhkan pengorbanan. salah satu yang harus kita korbankan adalah zona nyaman kita.
apa itu zona nyaman? sebagaimana yang telah saya ketahui saat diajar guru bahasa indonesia SMA saya, zona nyaman adalah suatu kawasan atau bagian dlm kehidupan kita yang didalamnya hanya berisi rasa senang, bahagia, nyaman dan santai.
zona nyaman harus dipangkas semaksimal mungkin saat kita ingin menjadi manusia dewasa. karena kita tahu, bahwa menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan. kita bebas memilih: mau dewasa apa enggak.
maka perjuangkan dirimu untuk jadi dewasa dengan tak berselimutkan kenyamanan.
"Zona nyaman itu kita bisa tidur pulas, sebaliknya zona tak nyaman itu memaksa kita untuk bisa keluar dr ruangan pengap."
Artinya zona tak nyaman itu mendorong kita untuk bangkit menuju yang lebih baik.

Kamis, 19 November 2009

bermodal tulus, semua urusan mulus

Saya cukup heran pada hampir semua kitab2 ulama timur tengah yang terkemuka, yang selalu mengawali tulisannya dengan hadits shahih yg berkaitan dengan masalah niat.
Rupanya beliau-beliau ini tampak serius menasihati manusia agar memurnikan niat atas apa yang dilakukannya.
Ikhlash namanya. Banyak da'i yang bilang bahwa kata ini mudah diucapkan tapi sulit dikerjakan. Ya emang.
Gimana enggak? Coba fikir, betapa susahnya menjadikan seluruh amalan yang kita perbuat hanya karena Allah?
Mungkin hanya orang-orang yang disucikanNya saja yang bisa melakukannya.
Karena emang, letak beratnya adalah pada nafsu kita itu. Di mana kalo kita ikhlas, nafsu kita tak mendapat bagian sedikitpun.
Pokoknya just forAllah ja dech. Kalo udah bisa hubungi saya ya, mau minta tipsnya. ok. syukron

Rabu, 18 November 2009

islam inspire

bismillahir rahmanir rahim.

kuawali blogging kali ini dgn kalimat agung ini karena kumengharap keberkahahan dlm tulisanku ini.
tak da maksud lain selain ingin adanya kemanfaatan bg pembacanya, paling tidak memberi hidayah aja lah. (?)

udah opening-nya, mw maghrib dulu.

wassalam alaikum.