Rabu, 14 April 2010

Jadilah Da'i bagi Ummat ini...

Duhai jiwa yang lalai
Akankah kau kembali
Mengingati dengan hati
Kalam Rabbul izzati

Bahwa setiap yang hidup
Pasti akan mati
Tak terkecuali engkau sendiri

Kau telah meneguhkan dirimu untuk mengemban urusan ini
Dakwah ke jalan ilahi yang Dia ridhoi
Bukan jalan yang sesat dan dimurkai

Kau pun telah menyandang baju putih
Baju keimanan dan ketakwaan
Tak banyak orang yang menyerupaimu
Karena amat beratlah konsekuensi yang akan menyapamu

Ujian, cobaan, cercaan, hinaan, hujatan, siksaan, bahkan kematian
Adalah syarat yang mewarnai pilihanmu itu

Jangan takut atau gentar
Memang yang namanya baju putih akan begitu nampak jika terkena noda sedikit saja
Dan banyak orang yang mengingatkanmu
Dengan begitu kau akan segera membersihkannya

Daripada baju hitam yang kau sandang
Noda sebanyak apapun
Tak ada orang yang mengetahui
Sehingga kan kau biarkan menempel terus menerus

***

Dan ku sadari jalan (Allah) ini
Kan penuh onak dan duri
Jalannya tebing dan jurang yang curam
Maka mengapa tidak kau pilih jalan yang menanjak ini?

Padahal ada sungai yang mengalir di seberang sana
Sungai susu, yang tak akan pernah basi
Sungai madu, yang lezatnya tak mau pergi
Sungai arak, yang tak memabukkan lagi

Juga bidadari yang sedang bertelekan di atas dipan-dipan
Matanya berbinar bak surya menyingsing fajar
Elok parasnya yang tak dimiliki wanita di dunia
Yang keperawanannya tak tersentuh makhluk manapun juga

Masih kurangkah semua itu sebagai motivasi
Untuk meraih jannah yang kekal abadi
Untuk menghindar dari naar yang dipenuhi gejolak api
Untuk memandang dzat Allah tanpa ada hijab yang menutupi

***

Wahai jiwa yang rindu pertemuan dengan Rabbnya
Iman dan istiqomah adalah kuncinya
Sebagaimana anbiya wal mursalin meneladankannya
Juga syuhada yang berkorban untuknya

Ingat, iman adalah harga mati
Harga tertinggi di dunia dan akhirat nanti
Barang berharga yang harus kita jaga dengan hati-hati
Walau nyawa melayang, harta dirampas, kehormatan diinjak, asal ia tetap dihati

Itu semua adalah mahar untuk bidadari
Sebagai bukti kesungguhan diri
Menjadi abdi bagi Allah Yang Maha Terpuji

***

Bukan siapa-siapa yang menakdirkan kita hidup
Melainkan hanyalag Dia Sang Maha Pencipta
Bisa dikatakan kita terlanjur hidup di dunia
Karena tiada yang menghendaki kecuali Rabb Yang Maha memelihara

Bukankah kita memasuki fase kehidupan di dunia ini dengan baik?
Maka apakah tidak seyogyanya kita keluar darinya dengan baik pula?
Ucapkan dengan lantang:
'Isy hamidan au mut syahidan… Allahu akbar!!

Magetan, 1 Syawwal 1430H

0 umpan balik:

Posting Komentar