Mukmin itu meski tanpa nikmat lainpun tetap paling beruntung. Setidaknya karena ia sudah mendapat 'member card' yang 'under God's license' yang berharga yang nantinya sebagai modal awal untuk bahagia selamanya di jannah.
Maka tak ada keluh setelah ini. Tak ada hujatan setelah ini. Semua ada ladang kebaikan. Semua ada sumber kebahagiaan.
Hargai nikmat iman ini dan syukuri dengan banyak beramal shalih. Jangan baru ditangisi ketika lenyap dari hati. Kendati kecil harus disyukuri. Karena harga iman baru dirasakan kala orang itu meninggal tanpa tertoreh di hatinya kalimat 'laa ilaha illallah."
Karena, "Sehat itu tak dirasai kecuali oleh mereka yang sakit."







