Rabu, 14 Juli 2010

Sehat itu Tak Dirasakan Kecuali Oleh Mereka Yang Sakit

Apapun itu, baik nikmat maupun musibah, kita dituntut untuk cerdas meraih ridho dan pahala Allah. Karena di saat apapun ada amal-amal utama. Maka gak ada kata men'tabdzir'kan setiap keadaan tanpa pahala. "Sungguh menakjubkan setiap urusan orang mukmin itu. Ketika dia mendapat nikmat ia bersyukur, dan saat mendapat musibah ia bersabar. Keduanya itu baik baginya." (Al-hadits)
Mukmin itu meski tanpa nikmat lainpun tetap paling beruntung. Setidaknya karena ia sudah mendapat 'member card' yang 'under God's license' yang berharga yang nantinya sebagai modal awal untuk bahagia selamanya di jannah.
Maka tak ada keluh setelah ini. Tak ada hujatan setelah ini. Semua ada ladang kebaikan. Semua ada sumber kebahagiaan.
Hargai nikmat iman ini dan syukuri dengan banyak beramal shalih. Jangan baru ditangisi ketika lenyap dari hati. Kendati kecil harus disyukuri. Karena harga iman baru dirasakan kala orang itu meninggal tanpa tertoreh di hatinya kalimat 'laa ilaha illallah."
Karena, "Sehat itu tak dirasai kecuali oleh mereka yang sakit."

0 umpan balik:

Posting Komentar