Sabtu, 21 November 2009

mengelola kelemahan menjadi kelebihan

Bismillah.
Tak ada yang memungkiri bahwa kita hidup di dunia ini banyak kekurangan di sana sini. Punya kelebihan di satu sisi, pasti punya kekurangan di sisi lain.
Kalo orang bule (barat, maksudnya), "No body is perfect."
Dan memang hanya satu-satunya Dzat Yang Maha Sempurna lah yang berhak menyandang gelar kesempurnaan yang tanpa cela itu.

Nah selamat bagi kalian karena telah menemukan blog yang tepat untuk mengetahui tips mengubah kelemahan2 yang kalian keluhkan dan ingin agar bisa diubah-dengan ridho Allah-menjadi kekuatan.

Nih dia jurus2nya,
1. Deteksi atau kenali dulu kelemahanmu itu. Ini hal pertama yang harus dilakukan. Sebagaimana kalau mau menyembuhkan penyakit, mendiagnosa penyakit adalah hal mutlak pertama yang harus dilakukan. Coba dech kalian tuliskan draft kekuranganmu itu d sebuah buku. Tulis sebanyak yang kau tahu. Jangan pernah malu menuliskannya, karena hanya Allah dan engkau sendirilah yang tahu. Kalau kalian malu maka penyakit kekurangan itu tadi tak akan sembuh. Sebaiknya kalian menuliskannya setiap sebelum tidur. Jadi kekurangan kita selama sehari penuh itu kita tulis saat sebelum tidur. Hal ini bahkan sangat dianjurkan dalam Islam, yaitu introspeksi diri (bahasa kerennya: muhasabah). Yaitu berlandaskan perkataan Amirul mukminin, Umar ibn Khaththab, "Hisablah diri kalian sebelum dihisab (oleg Allah)."
2. Cari pemecahan/solusi dari poin pertama. Ya, kalau kita sudah menemukan 'penyakit'-nya, maka langkah berikutnya adalah mengobatinya. Penyakit tak akan sembuh kalau kita cuma sebatas mengetahuinya saja, tapi langkah konkretnya adalah segera mengambil obat dan jaga kondisi tubuh. Mmm, 'obat-obat' itu letakkan atau tuliskan di sebelah kanan draft penyakit tadi. Ingat, setiap penyakit membutuhkan penanganan berbeda satu sama lain. Jadi jangan obati mata yang katarak dengan balsem sakit urat. Bisa berabe nanti. Ok! Kamu emang perlu nyediaain/ngluangin waktu kamu untuk mengobati satu persatu penyakit. Kalo kamu judeg alias pikiran cupet, kamu bisa minta bantuan ahli psikolog atau kalo gak pada ustadz kesayanganmu juga ga papa. Pokoknya kalo udah pikiran cupet jangan atasi sendiri, ntar malah stress lagi.
3. Mujahadah dalam memperbaiki kekurangan. Emang sih, pekerjaan apa saja kalo gak diseriusi pasti gak bakalan kelas. Sama juga dalam hal ini, kamu juga harus bermujahadah alias sungguh-sungguh melakukan perubahan.
4. Oh ya hampir lupa, setiap person kan punya spesialisi? Kamu jangan sibuk mengutuk kelemahanmu, tapi segera temukan bakat dan talentamu. Hal ini terbukti lebih efektif dalam membentuk kekuatan dalam jamaah. Seperti pada zaman Rasulullah dulu, sahabat-sahabat beliau memiliki spesialisasi di bidang masing-masing. Dengan itu, mereka bisa menekuni keahliannya dan pasti profesional. Memang ada juga sih, manusia yang multitalenta, tapi populasi mereka amat sedikit. Mending ya kayak itu tadi, punya keahlian dan juga profesional.
5. Keep on trying. Tetap semangat hadapi hidup. Pantang menyerah karena kejayaan kelak akan dimiliki orang2 beriman.

Wallahu waliyut taufiq.

0 umpan balik:

Posting Komentar