Sudah bisa dibilang parah kalau gak mau dibilang akut, penyakit ashobiyah (kesukuan) umat ini. Ternyata kebesaran namanya tak sebongsor inner beauty umatnya. Seperti kata pepatah, "Islam yuhjabu an ummatihi." Arti kasarnya, keindahan Islam tertutupi oleh keburukan penganutnya.
Itulah yang terjadi sekarang. Sesama pemeluk agama tauhid saling hantam, saling cerca dan saling menjatuhkan sesamanya. Tentu ada pihak yang tepuk tangan karena keadaan ini. Siapa lagi, yahudi pasti.
Kalau kita mau merenung sejenak saja dengan duduk di kursi santai bersandingkan kopi dan menghadapkan mata ke padang rumput terbentang, maka kau akan dapatkan jawaban tentang arti persatuan yg wajib dimiliki umat muwwahid ini. Betapa di ekosistem padang rumput itu saling bersimbiosa antar makhluk2 berlainan, sehingga terwujudlah keharmonisan yang indah dan tentunya dapat menangkal serangan musuh.
Namun kita lebih sering menutup mata hati kita sehingga tabiat memandang buruk orang yang bersebrangan paham, akan terus subur di diri kita. Dan antar kelompok yang berpecah dari kesatuan saling bangga atas apa yang ada pada diri mereka. "Kullu hizbin bimaa ladaihim farihuun". Ini terlihat dari sikap saling menjatuhkan kelompok2 itu daripada berusaha untuk mewujudkan persatuan secara nyata.
Hal ini disebabkan kita kehilangan tolok ukur dalam mengumumkan permusuhan. Kita beranggapan bahwa kalo bersimbol, berparti, berpakaian dan standar2 lahiriah lainnya, secara langsung dianggap saudara, sedang selainnya adalah musuh. Kita lupa standar baku mengumumkan persaudaraan dan permusuhan adalah pada tauhid dan Islam. Selama embrio itu masih ada maka dia saudara kita dan diperangi musuh seperti termaktub dalam Albaqarah:120.
Wahai umat tauhid, kembalilah kepada Allah....



0 umpan balik:
Posting Komentar